Senin, 27 Desember 2021

Bahasa Inggris Kelas 11 | Apa Itu Perfect Tense Passive Form?

 Artikel Bahasa Inggris kelas XI kali ini akan membahas mengenai Present Perfect Tense dalam bentuk Passive Voice, baik dari segi rumus maupun contoh kalimatnya. 

--

Squad, siapa di antara kalian yang masih ingat tentang Perfect Tense? Hayo, Perfect Tense itu biasanya digunakan untuk apa, sih? Perfect Tense ini menjelaskan tentang kejadian yang sudah terjadi di masa lalu. Apa bedanya sih sama Past TensePerfect Tense ini tidak memperdulikan keterangan waktunya, Squad. Nah, masih ingat kan? Kamu tahu nggak sih, Perfect Tense ini ada bentuk kalimat pasifnya, lho! Wah, menarik ya. Yuk, kita pelajari lebih lanjut!

Present Perfect Tense Passive FormPerfect Tense Passive Form

Perfecto! (Sumber: Shutter Stock)

Oh iya, bentuk kalimat Perfect Tense yang sekarang akan dibahas ini meliputi Past Perfect Tense dan Present Perfect Tense, ya! Jangan sampai tertukar nih. Psst.. kamu masih ingat nggak kalimat pasif itu apa? Yang harus kamu ingat baik-baik dari kalimat pasif adalah subjeknya yang sebenarnya merupakan objek pada kalimat aktifnya. Oh, jadi objeknya kalimat aktif itu merupakan subjeknya kalimat pasif? Tepat banget! Sekarang coba dibahas satu persatu dulu, ya supaya kamu nggak bingung. Nih, ngintip rumusnya dulu deh. Hehehe 

Perfect Tense Passive Form

Perfect Tense Passive Form

Kamu masih ingat nggak, rumus Past Perfect TenseYes, betul! Rumusnya adalah S+had+V3+O, ya. Jangan lupa, verbanya pakai had, ya. Bukan has atau have. Terus terus, contoh kalimatnya bagaimana, nih? Contoh kalimatnya adalah William had explored all inches of Bangka Belitung in his adolescence. Wih, asik banget jadi William, bisa jalan-jalan ke Bangka Belitung. Kamu udah pernah belum ke Bangka Belitung? 

Perfect Tense Passive Form

Wah bagus banget nih Bangka Belitung! (Sumber: magazine.yoexplore.co.id)

Lalu, bagaimana ya bentuk kalimat pasifnya? Sesuai dengan sedikit penjelasan di atas, kamu harus menjadikan objek kalimat aktif sebagai subjek di kalimat pasifnya. Oleh karena itu, all inches of Bangka Belitung merupakan subjek dari kalimat pasifnya. Lalu setelah itu, kamu sisipkan deh kata been di antara had dan explored. Maka, kalimat pasifnya akan menjadi seperti ini: All inches of Bangka Belitung had been explored by William in his adolescence. Gimana? Nggak susah, kan? 

Perfect Tense Passive Form

Sekarang lanjut ke Present Perfect Tense, yuk! Coba, rumusnya gimana? Rumusnya adalah S+Have/Has+V3+O. Jangan lupa ya, verbnya itu harus menyesuaikan dengan subjeknya. Kalau subjeknya I, You, They, We itu verbnya have. Lalu kalau subjeknya He/She/It, berarti verbnya has. Contoh kalimatnya seperti apa, nih? Contoh kalimatnya adalah Theo has not brought snack to any meeting yet. Coba coba, bentuk kalimat pasifnya gimana? 

Sama seperti sebelumnya, objek pada kalimat aktif merupakan subjek pada kalimat pasif. Kalau pada kalimat di atas, objeknya adalah snack, kan? Oleh karena itu, pada kalimat pasifnya, snack yang akan menjadi subjeknya. Jadi, kalimat pasifnya akan menjadi snack has not been brought by Theo to any party yet. Mudah nggak? Mudah dong! 

Perfect Tense Passive Form

Ngemil dulu bro! (Sumber: Shutter Stock)

Gimana gimana? Asik banget kan! Mudah kan buat kalimatnya? Yuk, sekarang coba bikin kalimat Perfect Tense Passive Form dan cantumkan di kolom komentar, ya.

Cara Menyampaikan dan Menanyakan Pendapat | Bahasa Inggris Kelas 11

 Halo, Squad! Siapa yang suka berdebat? Selain dilakukan dalam Bahasa Indonesia, berdebat juga bisa dilakukan dalam Bahasa Inggris. Tetapi tahukah kamu, dalam proses berdebat, tentu ada saatnya ketika kamu harus memberikan pendapat dan menanyakan pendapat orang lain. Apakah kamu pernah merasa bingung tentang bagaimana cara memberikan pendapat yang baik dan benar dalam Bahasa Inggris? Nah, sekarang, kuy kita bahas cara untuk menyampaikan dan menanyakan pendapat! 

1. Giving Opinions

Squad, penasaran bagaimana cara memberikan pendapat dengan baik dan benar? Kuy, disimak contoh-contohnya di bawah ini!

  • As far as I’m concerned … (Sejauh yang saya tahu…)

Contoh kalimat: As far as I'm concerned, buying the original copies of the book is better than downloading the book illegally.

  • In my opinion … In my view … (Menurut pendapat saya ... Dalam pandangan saya ...)

Contoh kalimat: In my opinion, traffic jam in big cities is worse than traffic jam in small cities.

  • From my point of view … (Dari sudut pandang saya …)

Contoh kalimat: From my point of view, both men and women have the same chance to go to school. 

  • I (strongly) believe (that) … (Saya (sangat) percaya bahwa …)

Contoh kalimat: I strongly believe that every children have right to get the access to good health facilities.

  • I (honestly) think (that) … (Saya (sejujurnya) berpikir bahwa …)

Contoh kalimat: I honestly think that this policy will harm many people. 

2. Asking Opinions 

Squad, jika kamu ingin menanyakan pendapat lawan bicaramu, kamu bisa menggunakan kalimat-kalimat di bawah ini, ya.

  • What do you think? (Bagaimana menurutmu?)
  • Do you see what I’m getting at? (Apakah Anda mengerti apa yang saya maksud?)
  • Do you know/see what I mean? (Apakah Anda tahu / mengerti apa yang saya maksud?)
  • Do you agree with me? (Apa Anda setuju dengan saya?)

3. Agreeing

Squad, jika kamu setuju dengan pendapat lawan bicaramu, kamu bisa gunakan daftar kalimat di bawah ini untuk menyampaikannya, lho!

  • I (totally) agree with you / that. (Saya setuju dengan Anda / itu.)
  • I feel the same. (Saya merasakan hal yang sama.)
  • You’re absolutely right. (Anda benar sekali.)
  • Absolutely / Definitely / Exactly. (Tentu / pasti / tepat.)

4. Disagreeing

Dalam berdebat, kadang kala kita tidak setuju dengan pendapat lawan bicara ya, Squad. Berikut ini adalah daftar contoh kalimat yang bisa kamu gunakan untuk menyatakan ekspresi tidak setuju. 

  • I’m afraid I disagree. (Saya khawatir saya tidak setuju.)
  • I don’t agree with you / that. (Saya tidak setuju dengan Anda / itu.)
  • That’s not the way I see it. (Bukan begitu aku melihatnya.)
  • I don’t think so. / I don’t feel the same. (Saya tidak berpikir begitu. / Aku tidak merasakan hal yang sama.)

5. Partly agreeing (setengah setuju):

Dalam berdebat, kadang-kadang kita cukup setuju dengan pendapat lawan bicara, tetapi masih ada pendapat lain atau tambahan pendapat terkait dengan pendapat lawan bicara tersebut. Nah, kondisi seperti itu disebut Partly agreeing atau setengah setuju. Bagaimana cara menyampaikannya, ya? Kuy, simak daftarnya di bawah ini!

  • I see your point but … (Saya mengerti maksud Anda tapi ...)
  • I kind of agree with you / that. (Saya setuju dengan Anda / itu.)
  • I agree with you to an extent, however, … (Saya setuju dengan Anda sampai batas tertentu, namun, .)

Bagaimana, Squad? Sudah memahami tentang kosakata yang dapat digunakan untuk menanyakan dan memberikan pendapat? Setelah ini, tentu kamu bisa lebih lancar berdiskusi dengan lawan bicaramu dalam Bahasa Inggris, ya!

Penjelasan dan Contoh Kalimat Asking and Giving Suggestion | Bahasa Inggris Kelas 11

 Artikel ini menjelaskan tentang cara meminta dan memberi saran dalam bahasa Inggris atau asking for and giving suggestion, disertai dengan contoh kalimatnya.

Dalam keseharian kita, pasti kita sering meminta saran atau pendapat (suggestion) tentang sesuatu ke orang lain, ya kan? Begitu pun sebaliknya. Contohnya kecilnya aja, saat kamu bingung mau jajan gofud apa, lalu meminta saran ke teman atau keluarga di rumah. Nah, dalam bahasa Inggris, ungkapan meminta atau memberi saran disebut asking for and giving suggestion. Ada beberapa expressions yang bisa kita gunakan untuk menyampaikan asking for and giving suggestion. Kita akan bahas satu per satu secara jelas di artikel ini, ya!
 
Asking for Suggestions
Untuk menanyakan saran atau asking for suggestions, kita bisa gunakan beberapa expressions berikut ini, guys:

asking for suggestionsNah, coba kamu perhatikan baik-baik gambar di atas, ya. Saat kita ingin meminta saran dalam bahasa Inggris, ada empat istilah yang bisa kita gunakan, yaitu advice, suggest, should, dan recommend. Kata advice biasanya digunakan untuk meminta saran yang berupa nasihat. Kalau kamu ingin meminta saran berupa rekomendasi terhadap suatu hal, kamu bisa gunakan kata recommend. Biar makin paham, simak contoh percakapan asking for suggestions di bawah ini, yuk!

Contoh Percakapan Asking for Suggestion

Dialog 1
Mark      : Karina, has the result of the last English test been announced by Ms. Jennie? 
Karina   : Yes, it has. Did you pass the test?
Mark    : Hmm, I was absent from the last meeting since I looked after my mom at home. So, I don’t  know my score yet. What should I do?
Karina   : Oh, you should see Ms. Jennie to check your score.

Dialog 2
Joy    : What’s on your mind, Mina? You look worried.
Mina : I’ve just seen Jackson smoking near the restroom. I think I should tell the teacher.
Joy    : Don’t tell the teacher. You would embarrass him.
Mina : So, what would you advise me to do?  
Joy    : You’d better tell his sister instead. He will listen to hear.
Mina : Well, then. I’ll meet his sister after school.
 
Giving Suggestions
Giving suggestions berarti kebalikan dari poin yang atas tadi, ya. Giliran kita yang memberi saran ke orang lain. Dalam bahasa Inggris, kamu bisa gunakan berbagai patterns berikut ini:giving suggestionsNah, bisa kamu lihat pada gambar di atas, penggunaan kata untuk giving suggestions itu biasanya diikuti oleh verb 1, ya. Kecuali untuk how about dan what about, yang diikuti dengan verb-ing. Sementara itu, ungkapan you had better digunakan ketika saran yang kita berikan harus dilakukan oleh orang yang kita kasih saran tersebut. Paham, ya? Lalu, bagaimana dengan contoh percakapan giving suggestions-nya, nih?

Contoh Percakapan Giving Suggestion
Dialog 1
Winter    : My dad coughed all night long. He can’t go to work today.
Felix       He had better go to the doctor. I hope that he will get well soon.

Dialog 2
Lisa     : Rose, the holiday starts tomorrow, right? Let’s meet up! 
Rose    : That sounds great! But, I don’t know where to go. Do you have any suggestions?
Lisa     : Mmm, how about going to the Arborea Cafe? 
Rose    : What a good idea! Okay, then!     

Dialog 3
Daniella : I’ve just lost my wallet in class.
Dita        : Don’t be so sad. Let’s look around the classroom.
Daniella : I’ve done that already, but I haven’t found it yet.
Dita        Why don’t you go to the security post to make an announcement?
Daniella : Oh, yeah. That’s right. I hope it helps.
 
Oke, itu lah pembahasan mengenai asking for and giving suggestion. Mudah kan, guys?

Cara Membuat Formal Letter dalam Bahasa Inggris | Bahasa Inggris Kelas 11

 Membuat formal letter atau surat formal dalam Bahasa Inggris ada caranya tersendiri, lho! Yuk, pelajari langkah-langkah dan tipsnya berikut ini!


Pernah nggak sih, waktu lagi nulis surat formal, terus tiba-tiba kebingungan sendiri mau nulis apa di suratnya?

"Hmm.. nulisnya gimana, ya?"
"Kalimatnya yang betul gimana, ya?"
"Kalau kayak gini kira-kira udah cukup formal belum, ya?"

Pikiran-pikiran semacam itu pasti pernah mengganggu benakmu, kan?

Menulis surat formal tentu saja berbeda ya, dengan membuat surat personal atau nonformal. Menulis surat formal cenderung lebih risky, karena surat formal memiliki struktur yang lebih strict dan harus kamu ikuti agar surat yang kamu buat tampak profesional. Selain itu, kosakata yang digunakan pun juga harus kosakata yang bersifat formal atau resmi.

Formal letter sendiri memiliki berbagai jenis, antara lain invitation letter, job application letter, rejection letter, sales letter, order letter, inquiry letter, dan collection letter. Dari contoh-contoh tersebut, ada yang pernah kamu tulis, belum? Atau ada yang lagi mau kamu tulis sekarang?

Nah, kalau kamu lagi nulis surat formal terus malah jadi bingung sendiri, sebaiknya kamu baca artikel ini dulu, deh! Kita belajar cara membuat formal letter yang baik dan benar. Langsung aja, perhatikan langkah-langkah berikut ini, ya!

Contoh Formal Letter beserta Strukturnya

1. Tuliskan nama dan alamat pengirim (Addresser)

Addresser adalah bagian pada formal letter yang berisi nama dan alamat pengirim surat. Pengirim surat formal bisa merupakan perorangan maupun atas nama instansi atau perusahaan. Pada contoh formal letter di atas, addresser-nya adalah perusahaan, sehingga dituliskan nama perusahaannya yaitu PT. Kibaraya Indonesia yang beralamat di Jalan Suharjo No. 190 Jakarta Selatan.


2. Cantumkan tanggal dibuatnya surat (Date)

Date merupakan bagian formal letter yang menunjukkan waktu dibuatnya surat. Kalau bagian ini pasti kamu sudah paham, deh! Pada contoh formal letter di atas, tanggal dibuatnya surat yaitu pada tanggal 5 November 2020.


3. Sertakan nama dan alamat penerima (Addressee)

Nah, kalau Addressee adalah bagian yang berisi nama dan alamat penerima surat. Namanya mirip nih, sama Addresser, cuma beda 1 huruf aja. Hati-hati tertukar, ya! Pada contoh formal letter di atas, addressee-nya adalah Dillan Ramadhani, General Manager dari PT. Karyakita Mandiri yang beralamat di Jalan Iskandarsyah Raya No. 64 Jakarta Selatan.


4. Jangan lupa Salutation and Name

Salutation and Name merupakan bagian yang berisi sapaan formal kepada penerima surat. Biasanya bagian ini menggunakan kata 'Dear' dengan diikuti nama penerima surat, seperti tampak pada contoh formal letter di atas. Selain itu, jika kamu tidak mengetahui nama atau identitas penerima surat, kamu bisa menggunakan kata 'Dear, Sir', 'Dear, Madam', atau 'Dear, Sir or Madam'.

Jika penerima suratmu adalah wanita dan kamu yakin dia belum menikah, kamu bisa menggunakan kata 'Dear, Ms.' dengan diikuti nama, contohnya 'Dear, Ms. Nelson'. Sedangkan jika kamu yakin dia sudah menikah, gunakan 'Dear, Mrs.'misalnya 'Dear, Mrs. Nelson'. Kalau penerima suratmu adalah pria, cukup gunakan sapaan 'Dear, Mr.' saja ya, terlepas dari dia sudah menikah atau belum. Misalnya, 'Dear, Mr. Adams'.


5. Jelaskan maksud dan tujuan penulisan surat pada bagian Body

Kita sudah sampai ke bagian inti dari formal letter nih, yaitu bagian Body. Seperti namanya, bagian Body merupakan bagian badan surat atau isi surat. Bagian ini berisi maksud atau tujuan dibuatnya formal letter tersebut.

Bagian ini juga berisi informasi lengkap yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pada contoh formal letter di atas, isinya adalah undangan kepada Dillan Ramadhani selaku General Manager dari PT. Karyakita Mandiri untuk datang ke acara anniversary perusahaan PT. Kibaraya Indonesia yang kelima.

Nah, di bagian Body ini, kamu bisa menggunakan kalimat pembuka sesuai dengan tipe suratnya. Ada beberapa template kalimat pembuka formal letter yang bisa kamu gunakan, antara lain:


a. Referring to previous letter

Jika kamu ingin merujuk kepada surat yang telah diterima sebelumnya, kamu bisa menggunakan contoh ungkapan berikut:

  • As you stated in your letter, …
  • Regarding …
  • Concerning …
  • With reference to your letter …


b. Request letter

Jika kamu membuat formal letter untuk menuliskan suatu permintaan, kamu bisa menggunakan ungkapan berikut:

  • I would appreciate if you could …
  • I would be most grateful if you would …

Penggunaan kedua ungkapan tersebut juga mengindikasikan tingkat kesopanan, lho!


c. Apology letter

Jika kamu ingin meminta maaf atas suatu kesalahan yang telah diperbuat, kamu bisa menulis surat dengan menggunakan ungkapan berikut:

  • We apologize for any inconvenience caused …
  • Please accept our sincere apologize …


d. Complaint letter

Jika kamu ingin memberikan aduan terhadap sesuatu, ungkapan yang bisa kamu gunakan antara lain:

  • I am writing to complain about …
  • I am writing to express my dissatisfaction with …
  • I find it most unsatisfactory that …
  • I’d like to complain about …


6. Tambahkan bagian penutup (Closing)

Closing adalah bagian berisi kalimat penutup yang biasanya berisi ucapan terima kasih serta harapan. Untuk formal letter yang bertipe undangan atau invitation, biasanya diisi dengan harapan agar penerima bisa hadir pada acara yang disebutkan dalam surat, seperti halnya pada contoh formal letter di atas. Sedangkan untuk formal letter yang berjenis job application, biasanya diisi dengan harapan agar penerima dapat menghubungi pengirim surat untuk berdiskusi lebih lanjut.


7. Jangan lupa sertakan Complimentary Close

Selanjutnya yaitu Complimentary Close. Complimentary Close merupakan salam penutup yang disampaikan pada bagian akhir surat. Kamu bisa menggunakan beberapa pilihan salam penutup, misalnya 'Best regards', 'Yours sincerely', dan lain sebagainya.


8. Terakhir, beri Signature

Last but not least, yaitu bagian SignatureSignature berisi tanda tangan beserta nama lengkap dan jabatan pengirim. Nah, kalau di bagian Addresser tadi kan yang ditulis adalah nama perusahaan dan alamat perusahaannya. Kalau di bagian Signature, yang ditulis adalah nama, jabatan, dan tanda tangan dari perwakilan perusahaan yang bersangkutan. Begitu, guys!

Selesai, deh! Mudah kan, membuat formal letter dalam Bahasa Inggris?

Nah, itu tadi langkah-langkah dan tips membuat formal letter dalam Bahasa Inggris. Setelah membaca artikel ini, semoga kamu bisa membuat surat formal dengan lebih lancar, ya!

Memahami Contoh Expressing Opinion | Bahasa Inggris Kelas 12

pernah merasa bingung gimana cara memberikan expressing opinion? Apalagi memberikan opini dalam bahasa Inggris? Eits, nggak usah khawatir! Artikel ini akan mengulas pemberian opini dalam bahasa InggrisNah, opini terbagi menjadi tiga kategori, yaitu opini kuat, sedang, dan lemah. Mau tahu apa saja? 

Seperti namanya, opini kuat merupakan opini yang memiliki argumen yang kuat. Opini sedang ialah opini yang memiliki argumen tidak terlalu kuat maupun lemah. Sementara itu, opini lemah merupakan opini yang memiliki argumen kurang meyakinkan. Supaya lebih paham, perhatikan contoh di bawah ini.


1. Weak (lemah)

  • I think…. (saya pikir…)
  • I don’t think… (Saya tidak berpikir...)
  • I’m fairly certain that…. (Saya cukup yakin bahwa..)
  • I’m quite certain that…. (Saya cukup yakin bahwa…)
  • I would have thought that…. (Saya akan berpikir bahwa..)


2. Medium (sedang)

  • I believe…. (Saya percaya…)
  • I don’t doubt that…. (Saya tidak meragukannya…)
  • I feel certain that… (Saya yakin bahwa…)           
  • My impression is that…. (Kesan menurut saya…)           
  • As I see it.. (Seperti yang saya lihat…)
  • It seems to me that… (Tampaknya bagi saya…)   
  • It strikes me that….. (Ini mengejutkan saya bahwa…)


3. Strong (kuat)

  • I’m absolutely certain that…. (Saya benar-benar yakin bahwa…)   
  • I’m convinced that…. (Saya yakin bahwa…)   
  • I strongly believe that… (Saya sangat percaya bahwa…)

Examples

expressing opinion

Nah, sudah paham cara expressing opinon dalam bahasa Inggris, kan? Kamu dapat menyesuaikan keinginanmu dengan katergori opini yang akan kamu gunakan

Macam Pola Indirect Speech dan Contoh Kalimatnya | Bahasa Inggris Kelas 12

 Artikel Bahasa Inggris kelas XII kali ini akan membahas mengenai Indirect Speech, baik dari segi contoh kalimatnya maupun dari pola penyusun kalimat tersebut.

--

Halo guys! Kamu pasti pernah dong ya menyampaikan pesan dari temanmu, ke orang lain? Nah, ketika menyampaikan, biasanya diawali dengan kalimat apa, nih? Contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia misalnya:

"Kata Fakhri, besok kita ada ujian matematika di jam pertama, ya". Nah, kalau dalam bahasa Inggris, kalimat tersebut dinamakan indirect speech. Oh iya, kamu tidak perlu menggunakan tanda kutip untuk menyampaikan Indirect Speech ini ya. 

Selain itu, karena konteksnya kita menyampaikan sesuatu yang sebelumnya sudah disampaikan terlebih dahulu, Indirect Speech ini bentuknya lebih lampau dibanding kalimat aslinya. Oleh karena itu, kamu harus hati-hati dengan jenis tenses yang digunakan.

Wah, memangnya tensesnya berubah, ya? Berubah, dong! Jadi kalau di kalimat aslinya kamu menggunakan future tense, maka di Indirect Speech-nya kamu harus menggunakan bentuk yang lebih lampau, yaitu present tense. Jangan bingung dulu, ya. Kita pelajari satu persatu, yuk!

 

Indirect Speech in Simple Future Tense

Masih ingat nggak, apa fungsinya Simple Future TenseSimple Future Tense ini adalah tenses yang kamu gunakan untuk menyatakan kegiatan yang akan terjadi atau akan kamu lakukan di masa depan. 

Biasanya, kalimat Simple Future Tense ini menggunakan modal will, kan? Hmm.. kalau mau diubah ke bentuk Indirect Speech, jadi gimana, ya?  Jadi, modal will akan berubah menjadi would, ya. 

Contoh kalimatnya adalah Dion said, "I will go to Bekasi tomorrow". Lalu Indirect Speech dari kalimat tersebut adalah Dion said that he would go to Bekasi the next day.

meme bekasi

Dion yang mau ke Bekasi (sumber: merdeka.com)

 

Indirect Speech in Simple Present Tense

Sekarang lanjut ke Simple Present Tense ya. Masih ingat dong Simple Present Tense ini digunakan untuk apa? Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan fakta, kebiasaan, dan kegiatan yang sedang berlangsung saat ini. 

Kalau kamu ingin membuat kalimat dengan Simple Present Tense, kamu harus menggunakan verb 1, ya. Lalu, kalau mau mengubah kalimatnya ke Indirect Speech, kamu harus menggunakan tenses yang lebih lampau dibanding Simple Present Tense, yaitu past tense

Verb 1 berubah jadi apa, hayo? Yap, verb 2! Contoh kalimatnya adalah Nathan said, "My friend and I study German together today." lalu berubah menjadi Nathan said that he and his friend studied German together that day. Hayo, diingat-ingat, ya!

 

Indirect Speech in Present Continuous Tense

Selanjutnya ada yang namanya Present Continuous Tense. Kalau kamu menggunakan Present Continuous Tense dalam kalimat, berarti kamu sedang menjelaskan kegiatan yang sedang berlangsung bersamaan dengan berlangsungnya pembicaraan tentang kegiatan tersebut. 

Jadi, ketika pembicaraanmu tentang kegiatan tersebut berlangsungnya barengan banget, nih sama kejadiannya. Masih ingat nggak, ciri khasnya Present Continuous TenseYes, kamu harus menggunakan menggunakan to be (am, is, dan are) yang diikuti oleh verb-ing.

Lalu, kalau mau mengubah ke Indirect Speech, harus pakai tenses apa, ya? Nah, pakai tenses yang lebih lampau dibanding Present Continuous Tense dong, yaitu Past Continuous Tense

Dalam Past Continuous Tense, kata kerja verb-ing tidak berubah, tapi to be berubah ke bentuk lampau, yaitu was atau were. Coba kita lihat contoh kalimatnya ya. Misalnya, Dad said, "I am driving to the market now." lalu bentuk Indirect Speechnya adalah Dad said that he was driving to the market then.

 

Indirect Speech in Simple Past Tense

Kalau ngobrolin Simple Past Tense, pasti kamu masih ingat deh. Coba, Simple Past Tense itu berhubungan dengan apa? Yes, berhubungan dengan masa lalu. Karena menjelaskan tentang kejadian yang sudah terjadi di masa lalu, makanya Simple Past Tense ini menggunakan Verb 2

Jadi kalau mau diubah ke Indirect Speech, berarti pakai tense apa, dong? Pakai Present Perfect Tense, nih. Verb 2 yang sebelumnya dipakai di Simple Past Tense akan berubah menjadi verb 3. Mau lihat contoh kalimatnya? 

Contoh kalimatnya adalah Uya said to Aufa, "You didn't come to Bonie's birthday party yesterday". Kalimatnya berubah menjadi Uya said to Aufa that he hadn't come to Bonie's birthday party the day before. Jangan sampai ketuker-tuker ya, Guys!

 

Indirect Speech in Simple Perfect Tenses

Perfect Tenses bisa kamu pakai untuk menjelaskan suatu kejadian yang terjadi pada satu titik di masa lalu, sebelum kejadian lain yang juga terjadi di suatu masa. Nah, Perfect Tenses ini ada dua, yaitu Present Perfect Tense dan Past Perfect Tense. 

Loh, bedanya apa? Present Perfect Tense digunakan untuk kejadian yang sudah selesai di masa lalu tapi ada dampaknya hingga masa sekarang. Sementara itu, Past Perfect Tense digunakan untuk menerangkan kejadian yang terjadi sebelum suatu hal di masa lalu. 

Nah, kalau gitu, kita ubah jadi indirect speech-nya gimana, dong? Direct speech, baik yang berbentuk Present Perfect Tense maupun Past Perfect Tense harus diubah menjadi Past Perfect Tense. Ciri-cirinya, ia menggunakan kata kerja bantu had dan diikuti oleh verb 3

Contohnya nih: Aryo said, “I haven’t received the gift from you.”Nah, indirect speech-nya kita tulis jadi Aryo said that he hadn’t received the gift from me.

 

Indirect Speech with Modals

Nah, ternyata ada lagi nih yang bisa berubah dalam Indirect SpeechModals juga bisa berubah ternyata. Ada beberapa modals yang sering digunakan dalam sebuah kalimat. Yuk, kita bahas satu persatu bagaimana perubahannya kalau digunakan di dalam Indirect Speech.


Can

Can adalah salah satu modal yang paling umum digunakan dalam bahasa Inggris. Can dapat digunakan untuk mengekspresikan kemampuan, permintaan, bahkan kemungkinan. Banyak juga, ya. Kalau kamu ingin menggunakan can dalam Indirect Speech, kamu harus menggunakan bentuk lampau dari can, yaitu could

Contoh kalimatnya seperti ini, nih: She said, “I can visit your house next week.” yang kemudian berubah menjadi She said that she could visit my house the following week.


May

Modal may paling sering digunakan untuk mengekspresikan kemungkinan. May juga dapat digunakan untuk memberikan atau meminta izin. Bentuk lampau dari may yang digunakan dalam Indirect Speech yaitu might. Contoh kalimatnya He said, “I may go to London next year.” yang kemudian berubah menjadi He said that he might go to London the following year untuk bentuk Indirect Speechnya. 


Must

Must biasanya digunakan untuk mengekspresikan kepastian. Must juga dapat digunakan untuk mengekspresikan kebutuhan atau rekomendasi yang kuat. Bentuk lampau must yang digunakan dalam Indirect Speech yaitu Had to. Contoh kalimatnya adalah They said, “We must not finish the work in time.” yang kemudian diubah menjadi They said that they didn’t have to finish the work in time.

Kamu memperhatikan nggak sih, kalau keterangan waktu dalam Indirect Speech juga bisa berubah? Banyak sekali perubahan keterangan waktu yang bisa terjadi dalam Indirect Speech. Supaya kamu nggak bingung, yuk simak tabel di bawah ini!

Time marker Indirect Speech

Ternyata nggak sulit kan? Biar makin lancar, kamu cuma perlu banyak berlatih supaya makin paham dan bisa membuat kalimatnya dengan baik dan benar.